Sabtu, 08 November 2014
BAHAN KHOTBAH DAN PA MEMBANGUN JEMAAT
BAHAN PA THEOLOGI
Teologi Penciptaan Alam Semesta
Ev. Minggu Ke-4 Januari
Bacaan : Kejadian 1:1-27
A. Pendahuluan.
Kisah Penciptaan merupakan awal sejarah kehidupan manusia di dunia sekaligus merupakan salah satu bukti tentang keberadaan Allah di tengah-tengah kehidupan manusia. Sebagai umat Tuhan, kita meyakini dan sungguh percaya bahwa Allah sungguh-sungguh ada dan berkarya dalam seluruh perjalanan umat manusia bahkan alam semesta.
Banyak pandangan yang dikemukakan tentang asal-muasal alam semesta ini.
1. Teori bintang kembar mengatakan bahwa proses terjadinya alam semesta ini memakan waktu jutaan bahkan miliaran Tahun. Pada mulanya di alam semesta ini ada 2 buah bintang raksasa kemudian terjadi ledakan besar di mana pecahan-pecahan bintang tersebut terbentuk menjadi planet-planet termasuk planet bumi tempat di mana kita tinggal saat ini.
2. Teori Nebula. Teori ini mengemukakan bahwa alam semesta ini berawal dari sebuah kabut pijar yang terus berputar semakin lama semakin cepat lalu menghasilkan planet-planet.
3. Teori Planetesimal mengatakan bahwa Matahari telah ada sejak dahulu kala diantara bintang-bintang yang begitu banyak, Pada suatu waktu ada sebuah bintang berpapasan dengan matahari di mana terjadi pasang naik antara bintang itu dengan matahari. Pada waktu bintang itu menjauh, sebagian massa matahari itu jatuh kembali ke matahari dan sebagian lain berhamburan di sekeliling matahari dan inilah yang membentuk planet-planet. Dan masih banyak lagi teori-teori lain yang mengemukakan pandangan tentang proses terjadinya alam semesta ini.
Alkitab memberitakan dengan jelas bahwa sumber segala sesuatu adalah Allah. Ini membuktikan bahwa Allah ada dan terus berkarya di tengah-tengah ciptaanNya.
B. Materi Diskusi.
1. Siapakah Allah dan apa kaitan antara Allah dengan ciptaan dan alam semesta ini?
2. Apa Tanggapan kita sebagai Gereja ketika mengetahui
bahwa Allah adalah Sang Khalik atau Pencipta alam semesta termasuk pencipta hidup kita?
3. Apa yang dapat kita teladani dari Cara Allah menciptakan langit dan bumi selama enam hari secara teratur.
C. Kesimpulan.
Allah adalah sosok yang melampaui segalanya. Ia tidak terbatas dan berkuasa atas seluruh ciptaan. Ia berada di luar dan di atas ciptaanNya. Allah bekerja sendiri, sangat berbeda dengan manusia yang selalu membutuhkan bantuan orang lain bahkan bergantung banyak kepada orang lain. Allah menciptakan langit dan bumi selama enam hari secara teratur dan disiplin menggunakan hari-hari pekerjaanNya. Pada hari Ketujuh Allah beristirahat untuk menandakan bahwa pekerjaanNya telah selesai. Allah bekerja penuh perencanaan, teratur dan disiplin dalam menggunakan hari-hariNya. Sebagai Gereja, kita patut meneladani Allah yang bekerja dengan penuh perencanaan, disiplin waktu dan pada akhirnya seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.
Allah adalah pencipta langit dan bumi, tidak ada yang lain. Ia berkuasa melakukan itu sehingga pengakuan Iman (Credo) Gereja menyebutkan hal itu dalam kalimat : “Aku Percaya kepada Allah, Bapa Yang Maha kuasa khalik langit dan bumi....dst.” Ini membuktikan bahwa kita percaya akan Allah itu sebagai penguasa langit dan bumi. Kita terus dipanggil untuk menyembah Dia yang bukan saja menciptakan alam semesta dan manusia, tetapi membaharui ciptaanNya dari hari ke hari, Amin.
Bahan PA Ev. Minggu ke-1 Februari
Teologi Tentang Penciptaan Manusia
Bacaan : Kejadian 1:26-30
A. Pengantar.
Dalam Alkitab, sangat menarik dan begitu indah diceritakan tentang penciptaan manusia. Dalam teks bacaan tadi diberitakan bahwa Manusia adalah satu-satunya ciptaan yang serupa, segambar dan persis seperti Allah (Ayat 26). Pernyataan Alkitabiah bahwa Manusia diciptakan serupa, segambar dengan Allah mau menegaskan bahwa Manusia adalah makhluk yang sama sekali berbeda dengan makhluk-makhluk ciptaan yang lain. Ia adalah Mitra Allah, kawan sekerja Allah yang diberikan mandat untuk menguasai dan mengusahakan bumi (Ayat 28, Kej 2:15).
Sebagai Mitra atau kawan sekerja Allah, Manusia diberikan posisi yang berbeda dengan ciptaan-ciptaan yang lain. Pada satu sisi, mereka sama-sama adalah ciptaan Allah, tetapi yang spesial dari manusia adalah : ia diberi kuasa sekaligus juga tanggung jawab. Tidak sama dengan binatang dan tumbuh-tumbuhan. Manusia bekerja sama dengan Allah supaya bumi ini terpelihara, berkembang dan tetap baik sebagaimana ketika bumi ini diciptakan. Manusia dikaruniakan oleh Allah potensi-potensi yang sama sekali berbeda dengan ciptaan-ciptaan lain. Ini adalah sebuah predikat penting yang disandang oleh manusia. Ia diciptakan supaya menghormati Allah dengan mengerjakan segala tanggung jawab dari Allah.
B. Bahan Diskusi.
1. Menurut Saudara, Siapakah saudara di hadapan Allah?
2. Apa sikap kita sehubungan dengan potensi-potensi yang Tuhan karuniakan dalam hidup kita?
3. Apa tindakan kita sebagai Gambar Allah ketika melihat bahwa dunia ini mengalami kerusakan yang semakin parah?
C. Kesimpulan.
Kita adalah makhluk yang begitu spesial di mata Tuhan. Ia tidak sekedar menciptakan kita seperti ciptaan-ciptaanNya yang lain hanya dengan firman. Ia menciptakan kita dengan perencanaan yang begitu matang, bahkan gambar dan rupa Allah ada di dalam diri kita.
Ia memberikan segala potensi yang kita butuhkan untuk melaksanakan tanggung jawab untuk mengusahakan bumi ini agar tetap terpelihara. Allah berkenan melakukan sharing atau berbagi kekuasaan dengan kita. Ia mau bahwa setiap potensi itu dipakai untuk melaksanakan kehendak Allah yaitu menguasai, memelihara dan menguasai bumi, agar bumi tempat di mana kita tinggal dan hidup menjadi lebih baik. Dengan menguasai dan mengusahakan bumi dengan baik maka Tuhan menyediakan banyak berkat bagi kita.
banyak orang di zaman ini, bahkan warga Gereja di Klasis Malili-Nuha ini hanya melaksanakan mandat untuk menguasai bumi. Memiliki tanah-tanah yang tidak terhingga banyaknya, tetapi menguasainya hanya untuk memenuhi hawa nafsu bahkan suka menjual tanah-tanah yang dikuasakan kepadanya oleh Tuhan.
Banyak warga Gereja hanya menguasai banyak lahan, tetapi tidak mengusahakan lahan-lahan itu untuk sarana mendatangkan berkat Tuhan. Lahan-lahan, bumi tidak diusahakan sedemikian rupa untuk membuatnya lebih baik dan mendatangkan berkat Tuhan. Akhirnya mendatangkan banyak masalah sehubungan dengan tanah-tanah yang ada. Pada sisi lain, banyak juga umat Tuhan yang tidak peduli dengan mandat Tuhan itu. Membiarkan saja bumi ini tanpa pengelolahan yang baik, akhirnya banyak umat Tuhan yang tidak memiliki lahan untuk dikelolah dan diusahakan. Bumi semakin rusak, sebagai gambar Allah, warga Gereja dipanggil untuk mengusahakan perbaikan dan menghadirkan kebaikan di tengah-tengah kerusakan dunia ini.
Warga Gereja dipanggil untuk terus mengusahakan bumi dan mengelolah bumi dengan segala potensi yang kita milik, Amin.
Khotbah Ev. Minggu ke-2 Februari
Bacaan : Wahyu 7 : 1 – 4
TANGGUNG JAWAB ORANG KRISTEN
UNTUK MEMELIHARA ALAM
Saudara-saudara....
Kitab Wahyu, kitab terakhir dalam Alkitab ditulis pada masa orang-orang Kristen ditekan dan dianiaya karena percaya kepada Yesus kristus sebagai Tuhan. Maksud utama penulisnya adalah untuk memberikan harapan serta semangat kepada pembacanya dan untuk mendorong mereka supaya tetap percaya pada waktu dianiaya dan ditekan.
Meskipun banyak perbedaan tafsiran tentang isi kitab ini, namun intisari pokok pikirannya jelas, yakni melalui Kristus, Allah akhirnya akan mengalahkan semua musuh-Nya dan akan memberikan surga yang baru dan bumi yang baru sebagai hadiah kepada umat-Nya yang setia. Adalah menarik bahwa disaat orang Kristen dianiaya, diancam dan dibinasakan muncul perintah dalam wahyu 7:3 “janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon”. Artinya adalah orang-orang Kristen mempunyai tanggung jawab untuk memelihara alam ciptaan Tuhan. Kita tidak boleh merusakkannya, mengolah dan mengusahakan dengan tidak benar dan mengeksploitasinya.
Memang perintah untuk jangan merusak bumi atau laut atau pohon-pohon adalah perintah kepada keempat malaikat. Tetapi perintah ini dituliskan dan disampaikan kepada kita sekarang ini adalah supaya kita juga menaati perintah ini. Mengapa tidak boleh merusak bumi atau laut atau pohon-pohon?
Bumi adalah tempat tinggal manusia dan binatang-binatang darat, laut adalah tempat ikan-ikan dan pohon adalah tempat burung-burung. Sekarang kita merasakan akibat merusak bumi, laut dan pohon-pohon. Banjir, tanah longsor, pemanasan global, bocornya lapisan ozon diatmosfir, pencemaran udara dan banyaknya hewan yang punah atau hampir punah. Yang merasakan akibatnya adalah manusia itu sendiri. Kita menyaksikan sendiri banyaknya korban akibat banjir dan tanah longsor. Kita merasakan sendiri akibat pemanasan global dan bencana-bencana yang lain.
Saudara-saudara....
Dalam kitab kejadian, manusia diciptakan sesuai dengan citra Allah. Apakah tujuan manusia diciptakan sesuai dengan citra Allah ?
Jawabnya adalah…”Supaya manusia berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”. Manusia berkuasa atas ikan-ikan di laut, burung-burung, ternak dan binatang melata. Binatang-binatang itu tinggal di bumi, di laut dan di pohon-pohon. Itulah sebabnya ada perintah janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon.
Manusia adalah citra Allah, gambar Allah. Ada tanggung jawab yang besar dan mulia yang diberikan kepada manusia yakni berkuasa atas seluruh ciptaan : Bumi, laut dan pohon-pohon. Tanggung jawab itu yakni untuk memelihara, melindungi, melestarikan, mengolah dan mengusahakan. karena Allah memelihara, melindungi dan mengasihi seluruh ciptaan-Nya maka manusia sebagai gambar Allah harus demikian juga yakni mencerminkan kehendak Allah dalam hidupnya. Sayang sekali banyak orang yang tidak menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai gambar Allah.
Banyak hewan yang langka bahkan punah karena diburu oleh manusia. Penggundulan hutan, illegal logging, pencemaran laut menyebabkan banjir, tanah longsor dan matinya banyak ikan dilaut. Semuanya terjadi karena ketamakan manusia. Manusia merusak citranya sendiri dan pada akhirnya manusia sendiri yang akan menuai bencana.
Saudara-saudara....
Ketika Neil Armstrong kembali ke bumi dari perjalanannya ke bulan, orang bertanya kepadanya : “apa yang kau pikirkan selama di bulan ? Armstrong menjawab, “yang saya pikir adalah saya ingin segera kembali ke bumi”.
Bumi adalah tempat tinggal kita, tempat hidup dan kita berkarya. Bumi adalah tempat kita menikmati berkat Tuhan. Oleh karena itu kita mempunyai tanggung jawab untuk memlihara, mengusahakan, dan mengolahnya dengan benar. kita bertanggung jawab untuk melindungi hewan, ikan, burung, pohon-pohon, air, dll. Kita berdosa kepada Tuhan apabila kita mengabaikan tanggung jawab yang mulia ini.
Apakah yang dapat kita lakukan di kota kita, desa kita, lingkungan kita, untuk melaksanakan perintah Tuhan ini ?
- Patuhilah larangan pemerintah untuk tidak menebang pohon sembarangan dan berlebihan. Karena ini sangat membahayakan kehidupan umat manusia.
- Janganlah menangkap ikan dengan alat atau cara yang dilarang pemerintah, karena Tuhan mau bahwa umat Tuhan menguasai ikan-ikan di Laut, di air dengan cara-cara yang benar. Allah tidak menghendaki populasi binatang ini punah yang mengakibatkan manusia juga akan menderita. Kita tidak bisa membayangkan jika di air tidak lagi ada ikan-ikan yang berenang dan berkeriapan. Kita pasti akan akan pernah lagi menikmati aroma dan lezatnya ikan. Umat manusia pasti akan mengalami gizi kritis atau kekurangan gizi.
- Berpartisipasilah dalam program penghijauan. Program ini sangat penting untuk menghasilkan o2 yang setiap saat kita butuhkan untuk mendukung kehidupan kita. Untuk bernafas bagi semua makhluk hidup ciptaan Tuhan.
- Didiklah anak-anak kita untuk mencintai ciptaan Tuhan. Misalnya jangan biarkan mereka menembak burung-burung dengan katapel atau senjata api, katakan bahwa burung-burung itu dikasihi Tuhan. Burung-burung adalah ciptaan yang mendukung umat manusia bisa menikmati keindahan melalui kicau-kicaunya di setiap pagi bahkan setiap hari.
Saudara-saudara....
Perintah untuk menguasai alam semesta yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia tidak mengandung pengertian bahwa kita berhak untuk merusak segala sesuatu yang ada disekitar kita. Tetapi perintah itu sangat menekankan tanggung jawab untuk memelihara agar lingkungan, alam semesta, tempat di mana kita hidup bisa terpelihara, lestari demi masa depan umat manusia.
Semoga perenungan ini menjadi berkat dalam hidup kita dan lingkungan kita. Amin
Bahan PA Ev. Minggu ke-3 Februari
Teologi Tentang Dosa
Bacaan : Yakobus 1:13-15
A. Pengantar.
Surat Yakobus di tulis dan dtujukan bagi semua orang Kristen yang tersebar di seluruh dunia. Penulis Surat ini adalah saudara Tuhan Yesus yaitu saudara laki-laki yang lahir secara biologis dari Maria ( Matius 13:55) Sedangkan Tuhan Yesus menurut kesaksian Alkitab lahir dari Roh Kudus (Matius 1:20). Dengan memakai peribahasa, Yakobus memberikan berbagai nasehat praktis kepada semua orang Kristen tentang bagaimana kehidupan ini harus dijalankan. Salah satu Persoalan yang dibahas dalam surat ini adalah tentang pencobaan yang berkaitang dengan dosa.
Dalam perjalanan kehidupan orang Kristen, banyak pencobaan yang datang menerpa kehidupan baik secara pribadi maupun lintas persekutuan. Dalam catatan sejarah kehidupan kita betapa sering kita juga mengalami kejatuhan demi kejatuhan dan berbuat dosa karena pencobaan.
Sehubungan dengan pencobaan ini, banyak persepsi yang muncul. Ada yang mengatakan bahwa pencobaan itu datangnya dari Iblis. Pandangan ini menekankan bahwa karena pencobaan datang dari Iblis maka manusia jatuh ke dalam dosa bahkan disimpulkan bahwa penyebab kejatuhan manusia ke dalam dosa disebabkan oleh Iblis.
Ada juga pandangan yang mengatakan bahwa pencobaan itu datangnya dari Allah. Tampaknya Jemaat di seluruh dunia ketika Surat Yakobus ini ditulis juga menitikberatkan pandangan seperti ini. Jemaat memahami bahwa pencobaan itu datang dari Allah. Bahkan pandangan ini dapat menjurus kepada pembenaran diri bahwa penyebab jatuhnya manusia ke dalam dosa adalah Allah sendiri. Pandangan inilah yang dijelaskan oleh Yakobus dalam bagian bacaan kita hari ini.
B. Bahan Diskusi.
1. Menurut Saudara-saudara, dari manakah Pencobaan itu datang ?
2. Bagaimana sikap kita jika kita mengalami Berbagai Pencobaan dalam kehidupan kita ?
3. Mengapa Orang Kristen Harus mengalami berbagai-bagai pencobaan ?
C. Kesimpulan.
Pada dasarnya, apakah Allah atau Iblis yang menguji kita itu tidaklah begitu penting. Yang terpenting adalah : Apakah kita mampu bertahan dalam saat-saat ketika kita menghadapi berbagai-bagai macam pencobaan. Apakah kita tetap berpegang pada Iman kita ataukah justru kita lebih tertarik untuk melakukan dosa ketika pencobaan itu datang menerpa kehidupan kita.
Dalam Penelaahan Alkitab saat ini kita tidak perlu menganalisa terlalu jauh apakah pencobaan itu datang dari Allah atau dari Iblis. Sebetulnya setiap peristiwa pencobaan yang kita alami bertujuan untuk menguji Iman kita. Apakah kita masih mengasihi Allah dengan segenap hati kita atau tidak.
Semua hal yang kita alami terkait dengan Iman kita adalah bertujuan untuk membangun Iman kita. Pencobaan juga merupakan suatu ujian apakah kita masih terus memandang kepada Tuhan atau tidak.
Allah ingin kita menjadi orang yang berkemenangan dan diberkati dalam setiap ujian dan pencobaan. Tetapi sebaliknya Iblis selalu berharap agar kita gagal dan binasa. Oleh karena itu, kita harus berpegang teguh pada setiap janji Allah dengan Iman pada saat kita menghadapi ujian atau pencobaan, supaya kita tetap bertahan dalam menghadapi ujian itu dan terus hidup diberkati oleh Allah.
Setiap hari kita menghadapi ujian Iman. Hadapilah ujian itu dengan berpegang kepada Tuhan. Di kantor, di sekolah, di kebun, di sawah, di tengah-tengah keluarga, di tengah lingkungan masyarakat, di manapun kita berada, ujian itu terus datang. Tetapi bersama dengan Tuhan kita akan kuat dan terus bertahan dalam menghadapi tipu daya Iblis, Amin.
Bahan PA. Ev. Minggu Ke-4 Februari
Teologi Tentang Penebusan
BACAAN : LUKAS 23:26-32
TEMA : TANGISILAH DIRIMU (Ay 28)
A. Pengantar.
Adakah diantara kita yang belum pernah menitikan air mata atau menangis? Tentu kita semua sudah pernah menangis. Dan kalau kita melihat kebelakang, dalam perjalanan hidup kita ternyata ada begitu banyak hal yang membuat kita menangis. (Berikan contoh).
Dalam bacaan kita saat ini, mengisahkan bagaimana Yesus digiring dan dibawa ke bukit Golgota untuk disalibkan bersama-sama dengan dua orang penjahat yang memang pantas menerima hukuman salib sesuai dengan peraturan saat itu, karena memang mereka terbukti bersalah. Tetapi bagi Yesus hukuman itu tidak pantas untuk diterimaNya sebab tidak didapati sedikitpun kesalahan yang dilakukanNya. Baik ketika Ia diperhadapkan pada Mahkama Agama, dihadapan Herodes, maupun dihadapan Pilatus, tetapi toh akhirnya Yesus harus disalibkan. Tentu sangatlah wajar apabila ada orang-orang tertentu yang prihatin terhadap apa yang dialami Yesus. Dan dalam pembacaan kita ini, orang-orang yang prihatin terhadap apa yang dialami Yesus tersebut terwakili dalam sikap dan kehadiran perempuan-perempuan yang hanya bisa menangis dan meratap. Mereka ingin berteriak ”lepaskan Dia, karena Dia tidak bersalah....” namun apa daya mereka tidak punya kekuatan dan kuasa, mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya bisa berjalan mengikuti Yesus sambil menangis. Namun betapa mengejutkan bahwa perasaan simpatik yang ditunjukan perempuan-perempuan itu seakan-akan ditampik Yesus melalui perkataanNya ”hai putri-putri Yerusalem, jangan kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu dan anak-anakmu”.
Mungkin menurut akal kita sikap Yesus begitu membingungkan, sebab apakah salah jika kita prihatin melihat penderitaan orang lain? Tentu saja tidak. Tetapi melalui perkataan Yesus itu Yesus mau agar para perempuan itu tidak larut dalam kesedihan yang dalam karena apa yang dialami Yesus memang haruslah terjadi. Yesus berkehendak agar perempuan-perempuan itu merenungkan kehidupannya dan kehidupan keturunan-keturunannya, bagaimana mereka hidup dihadapan Tuhan.
B. Bahan Diskusi.
Mari kita merenungkan apa makna sikap dan perkataan Yesus tersebut, dengan mendiskusikan beberapa pertanyaan berikut:
1. Siapakah Yesus sebenarnya ?
2. Siapakah kita sebenarnya ?
3. Apakah maksud perkataan Yesus dalam ayat 28 ?
4. Bagaimana seharusnya sikap kita dalam menjalani minggu-minggu sengsara Yesus ?
C. Kesimpulan.
Y
Yesus adalah Tuhan. Dia adalah Tuhan yang penuh kasih. Tuhan yang begitu peduli dengan penderitaan kita karena dosa. Sementara kita adalah orang-orang malang yang seharusnya mendapat murka Allah, tetapi Ia rela menanggung murka itu dengan mengorbankan diriNya di atas kayu salib. Kita adalah orang-orang bebal yang membuat sakit hati Allah menyala-nyala. Tuhan Yesus mau bahwa kita merenungkan kehidupan kita yang penuh dengan dosa. Tuhan mau supaya kita menangisi dosa-dosa kita di hadapan Tuhan lalu hidup dalam pertobatan supaya kita memperoleh kembali kasih karunia Allah yang menyelamatkan itu. Amin.
Khotbah Ev. Minggu ke-1 Maret
Bacaan : Yesaya 44 : 21 – 28
Teologi Penebusan
Saudara – saudara Jemaat Tuhan.
Yesaya 44 khususnya bacaan kita saat ini, hendak menjelaskan kepada kita bahwa Yakub – Israel adalah nama kiasan yang diwakili oleh seluruh Israel. Nama ini diambil dari nama Yakub bapa leluhur mereka.
Umat Israel telah melakukan kesalahan – kesalahan besar dihadapan Allah, namun Allah tetap peduli dengan kehidupan umatNya. Yakub yang adalah juga Israel disebut sebagai hamba Tuhan. Dan status kehambaan Yakub adalah sah karena ia telah dipilih oleh Tuhan sendiri. Allah yang telah memilih Yakub atau Israel sehingga Allah tidak mungkin melupakan dia.
Saudara – saudara.....
Reaksi dari Tuhan terhadap Yakub atau Israel atas dosa-dosa mereka justru tidak membalas. Allah justru tidak memperhitungkan dosa – dosa Israel. Bahkan dalam bacaan kita saat ini sangat jelas kalau ternyata Allah tidak hanya sekedar mengampuni Israel tetapi Allah disamping mengampuni umatNya, Ia juga berkenan menghapus dosa – dosa mereka. Allah menghapus dosa umatNya itu seperti kabut yang diterbangkan angin. Itulah pengampunan Allah yang berlaku bagi umat Israel, yaitu umat pilihan Allah.
Pengampunan itu tulus tanpa syarat apa – apa. Pengampunan dan penebusan itulah yang menjadi dasar pemanggilan Tuhan kepada Yakub atau Israel, agar mereka bertobat dan kembali kepada Allah. Pengampunan dan penebusan dosa telah mendahului pertobatan Yakub atau Israel, anugerah Allah sungguh luar biasa.
Saudara – saudara…….
Kita semua adalah Israel – Israel baru yang hidup dan berada di zaman ini, dan kita tidak bisa menyangkali bahwa gejolak keberdosaan yang telah berlaku di antara umat Israel itu juga yang sedang terjadi saat ini. Kejahatan terjadi dimana – mana, bahkan sampai ke dalam persekutuan orang – orang percaya. Banyak orang percaya yang tidak lagi menghargai dirinya sebagai ciptaan yang termulia. Persekutuan sebagai sesama Kristen sudah mengalami pergeseran yang begitu jauh. Kehidupan bersama sebagai umat Tuhan dijalani dalam suasana dingin, curiga akibat adanya persaingan – persainganyang kurang baik. Saudara – bersaudara bermusuhan akibat keegoisan dan ingin menang sendiri. Sering kali kata maaf atas kesalahan yang dilakukan terhadap sesama manusia menjadi suatu barang mahal.
Banyak sesama persekutuan yang menjalin hubungan cinta dengan suami atau isteri yang bukan suami atau isterinya. Sering juga terjadi hubungan-hubungan yang tidak sehat antara warga gereja ataupun bukan warga gereja. Istilah selingkuh dan praktek-praktek seperti itu masih kerap terjadi di tengah-tengah umat Tuhan. Bahkan jika kita mau jujur, masih terdapat begitu banyak kejahatan – kejahatan yang menjadi perbendaharaan orang – orang percaya.
Tetapi meskipun demikian, ternyata Allah tetap menjumpai manusia. Penghapusan dan pengampunan, dan penebusan Allah telah dan terus terjadi. Allah sungguh dan sangant peduli dengan kita sebagai umat pilihannya. Karena itu saudara – saudara melalui bacaan kita saat ini ada beberapa hal yang hendaknya menjadi perenungan kita :
1. Predikat kehambaan Israel atau Yakub, adalah gambaran kehambaan kita sebagai gereja pada masa kini. Dosa Israel yang lama dengan dosa kita sebagai Israel baru saat ini adalah sama. Kita sering memberontak, melanggar dan tidak setia pada Tuhan. Kita sering menyakiti hati Tuhan dengan dosa-dosa kita.
2. Seperti dosa Yakub atau Israel dapat diampuni dan dihapuskan oleh Tuhan, demikian halnya dosa gereja dan orang – orang percaya masa kini dapat dimungkinkan untuk diampuni dan dihapuskan oleh Tuhan sepanjang ada komitment untuk bertobat dan kembali hidup dalam persekutuan dengan Tuhan.
Pengampunan Allah selalu mendahului pertobatan manusia. Anugerah dan kasih karunia Tuhan selalu mendahului kesadaran kita terhadap dosa –dosa yang kita lakukan. Karena itu seharusnya penghayatan kita tentang anugerah Allah , kasih, pengampunan dan penebusan Allah akan menjadikan kita sadar bahwa Allah itu sungguh baik, Allah itu tidak memandang kesalahan – kesalahan kita. Dan sebelum kita terlambat mari kita menjawab dan meresponi penebusan Allah yang terjadi sekali untuk selama – lamanya melalui kematian dan kebangkitanNya, Amin.
Khotbah Ev. Minggu Ke-2 Maret
Teologi Tentang Kerja
BACAAN KEJADIAN 1:28-29
“BEKERJA ADALAH PERINTAH DARI TUHAN”
Saudara-saudara....
2 tesalonika 3:10b berkata: “Jika seorang tidak mau bekerja janganlah ia makan.” Ini adalah peringatan keras dan tegas dari Paulus tentang pentingnya bekerja. Tetapi sebetulnya Hal ini hendak memperkuat dan mengingatkan kita kembali tentang perintah Tuhan Allah kepada manusia pada saat penciptaan.
Dalam kej. 1:28-29 dicatat bahwa setelah penciptaan selesai maka Allah memerintahkan manusia untuk mengelolah dan memelihara semua ciptaan itu. Itu berarti ada mandat yang harus dikerjakan oleh manusia dan ketika manusia tidak dapat melaksanakan mandat itu maka manusia tidak akan memperoleh apa-apa dalam hidupnya, apalagi setelah ia jatuh ke dalam dosa (Kej 3). Umat Allah tidak boleh hidup dengan jalan serta cara membebani orang lain. Justru sebaliknya, umat Tuhan dipanggil untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain bahkan harus menjadi kaya dalam kemurahan.
Saudara-saudara.....
Hidup adalah perjuangan. Tetapi dalam kenyataannya, bahwa begitu banyak orang, bahkan umat Tuhan yang tidak bisa, tidak bersedia dan tidak mau memperjuangkan hidupnya. Banyak orang bahkan umat Tuhan lebih memilih hidup menderita tersiksa ketimbang harus memperjuangkan hidupnya melalui kerja. Banyak orang yang ingin senangnya saja sementara tidak mau bekerja. Banyak umat Tuhan bahkan sering disebut bagaikan tumbuhan parasit. Pada sisi lain, ada juga orang yang ketika melakukan kerjanya, ketika melakukan tanggung jawabnya hanya dengan setengah-setengah hati. Mereka tidak serius melakukan tanggung jawab mereka, mereka tidak menghargai apa yang dipercayakan kepada mereka.
Sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa bekerja adalah perintah dari Tuhan. Sejak penciptaan, Allah telah memberikan mandat kepada manusia untuk bekerja. Semua yang telah diciptakan harus dijaga ditaklukkan dan dikerjakan. Sesuatu yang kita inginkan dalam hidup ini tidak akan datang dan terjadi dengan sendirinya, tetapi perlu kerja, perlu perjuangan dan pengorbanan. Seorang Petani tidak akan menikmati hasil yang banyak jika tidak melalui proses kerja.
seorang Pedagang barang campuran tidak akan menikmati hasil dari jualannya jika ia tidak bekerja. Dan pada prinsipnya semua tatanan hidup, manusia sebaiknya dijalani dalam proses. Dan proses itu adalah kerja persekutuan jemaat akan maju dan berkembang jika pemimpin dan warga jemaatnya mau menerima resiko kerja.
Saudara-saudara.....
Allah telah melengkapi manusia dengan berkat yang luar biasa, baik itu melalui alam, melalui udara, laut dan darat. Tugas itu adalah tugas ganda yan hars dikerjakan. Manusia diberi kesempatan untuk menikmati hasil kerjanya ketika apa yang dipercayakan itu dilaksanakan secara bertanggung jawab. dengan mencermati peluang-peluang kerja yang disediakan oleh Tuhan, seharusnya tidak ada warga jemaat yang harus hidup dalam kekurangan dan kemiskinan. Seharusnya Apa yang telah dipercayakan oleh Allah untuk dikelolah adalah modal besar yang akan sangat menolong manusia untuk dapat menikmati kesejahteraan. Tetapi kenyataan sering berbicara lain, bahwa Faktor kemalasan dan tidak mau tahu telah membuat warga jemaat harus menderita dalam kekurangan-kekurangan, bahkan sering menjadi beban bagi orang lain.
Saudara-saudara....
Kita dapat melihat, ada beberapa organisasi gereja yang benar-benar hidup dalam kelimpahan, soal pembangunan rumah ibadah tidak ada kesulitan, program-program pelayanan berjalan dengan baik, Hidup ekonomi Pendetanya terjamin, sementara kita……kadang harus ada Pendeta yang table gajinya tidak terpenuhi. Padahal mereka telah melayani dengan maksimal sesuai kemampuan yang ada.
Wilayah klasis Malili-Nuha orang bilang merupakan daerah uang namun ada jemaat yang belum mandiri jangankan Theologi dan daya….soal danapun belum bisa mandiri. Segala sesuatu telah tersedia oleh Allah bagi kita. Mari kita bekerja. Mari kita mengelolah seluruh ciptaan Tuhan untuk kehidupan sejahtera. Allah mau agar umatNya menjadi berkat bagi orang lain dan bukan membebani orang lain, Amin.
Khotbah Ev. Minggu Ke-3 Maret
BACAAN : KEJADIAN 3 : 17
Teologi Tentang Kerja
“ TANAH ADALAH ANUGRAH YANG HARUS DIKELOLAH “
Saudara-saudara......
Kejatuhan manusia kedalam dosa telah menjadikan segala sesuatu menjadi berubah. Rencana Allah berubah karena manusia yang merubahnya, Dalam hal ini manusia melanggar perintah Allah. Namun kita patut bersyukur karena sekalipun manusia telah melakukan kesalahan dan menjadikan semua RencanaNya berubah, tetapi Allah tetap peduli. Allah masih siap memberikan pengampunan kepada manusia dengan menyatakan keselamatan bagi manusia melalui kehadiran Allah di dalam Yesus Kristus. Nah saudara-saudara salah satu bentuk akibat yang harus diterima manusia karena dosa-dosanya adalah : ia harus berjerih lelah dalam mengelola tanah kemudian dari hasil kerja itu ia akan mendapat rezeki. Dari pekerjaannya ia akan memperoleh makanannya. Jika ia tidak bekerja, maka ia tidak akan memperoleh makannya. Dosa telah membuat manusia menjadi kutuk karena kerja. Dosa telah merusak kerja manusia yang penuh kuasa dan mujizat menjadi kerja yang penuh dengan tetesan keringat dan air mata sampai ia mati.
Saudara-saudara.....
Tanah adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia. Dalam narasi penciptaan manusia, manusia juga diciptakan dari debu tanah (Adam = Debu tanah). Tanah menempati posisi penting bahkan teramat penting dalam Alkitab. Oleh karena itu, apapun alasan manusia maka tidak ada pilihan baginya kecuali melihat, memahami dan memanfaatkan potensi tanah sebagai sumber kehidupannya, sebab hidupnya memang berasal dari tanah. Sumber rezeki bagi manusia adalah tanah. Namun sayang…jika mau jujur banyak lahan-lahan warga jemaat yang tidur, terutama di jemaat-jemaat pedesaan. Banyak Warga jemaat belum berbuat lebih baik dan memperlakukan tanah sesuai dengan firman Tuhan. Padahal tanah adalah sumber kehidupan. Ketika berdiskusi tentang tanah-tanah yang masih kosong dan belum dimanfaatkan, banyak warga jemaat berdalih tentangf mengapa tanah-tanah itu masih kosong. Berbagai alasan dikemukakan : ada yang mengatakan bahwa tanah-tanah itu terlalu kurus dan tidak akan menghasilkan apa-apa jika ditanami. Ada yang mengatakan tidak ada modal untuk mengelolah tanah-tanah tersebut sehingga tetap terbengkalai dan tidak terurus, padahal pemiliknya hidup dalam kesusahan. Pada masa yang serba Hedonisme atau di zaman yang mengutamakan kesenangan ini banyak orang tidak lagi mau mengambil resiko untuk bekerja dan mengelolah tanah. Banyak orang suka insnat, mau cepat, kerja hari ini dapat hari dan habispun hari ini. Banyak orang bahkan umat Tuhan tidak lagi mau mengeluarkan tetesan-tetesan keringat untuk bekerja dan mengelolah tanah yang dianugerahkan oleh Tuhan bagi Jemaat.
Menghadapi kenyataan-kenyataan yang ada, sekaligus dalam menghadapi persaingan-persaingan ekonomi yang semakin berkembang serta mendesak, dapatkah kita merubah pola pikir dan cara pandang kita terhadap tanah untuk selanjutnya dengan iman menerima serta mengelolah tanah yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita ? Lalu bagaimana dengan masyarakat perkotaan ? apa pandangan kita tentang tanah ? adakah kita juga melihat bahwa tanah adalah ibarat mutiara berharga yang dianugerahkan Tuhan bagi kita ?
Dapatkah kita bepartisipasi menyambut anugerah Allah melalui tanah-tanah kita. Merubah cara pandang, cara kerja mempergunakan waktu sehingga tidak ada lagi lahan-lahan tidur. Sehingga tidak ada lagi warga jemaat yang harus makan gaji di atas lahan sendiri karena lahan itu sudah terjual dan menjadi milik orang lain..
Saudara-saudara…..
Jika cara pandang kita tentang tanah bertumbuh lebih baik dan lebih positif, Maka dapat dipastikan bahwa pertumbuhan ekonomi warga jemaat ke depan akan menjadi lebih baik. Program pembangunan dan pelayanan di dalam jemaat akan stabil, dengan 80% warga jemaat berprofesi sebagai petani yang baik, itu akan sangat memungkinkan bagi Klasis dan Jemaat-jemaat kita akan mengalami Kemandirian Dana pada tahun 2018 seperti yang kita cita-citakan bersama. Saat itu umat Tuhan tidak lagi mengalami kesulitan dana karena dari hasil tanah yang ada warga jemaat akan dapat memberi yang terbaik bagi Tuhan.
Saudara-saudara….
Mari kita melihat dan memandang tanah sebagai kehidupan kita, sebab kita diciptakan dari debu tanah. Mari kita mencucurkan keringat untuk memperoleh kehidupan serta penghidupan dari tanah. Setiap tetesan Keringat yang tercurah dan membasahi tanah adalah pupuk yang berharga di mana tanah akan memberikan hasilnya yang melimpah bagi kita. Tanah adalah harta yang sangat berharga. Dia tidak akan habis dimakan usia dan waktu. Tanah adalah modal yang paling berharga yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Ketika saudara-saudara berkeputusn untuk menjual tanah anda karena sesuatu yang tidak penting, …..ingat……uang akan habis. motor, sepeda akan rusak, rumah akan hancur, tetapi tanah akan selalu memberi hasilnya bagi kita. AMIN
Khotbah Ev. Minggu Ke-4 Maret
Bacaan : Keluaran 23:12
Bacaan : Keluaran 20 : 9
Saudara-saudara....
Waktu kerja yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah sama, enam hari lamanya. Tidak ada yang hanya 3 hari dan ada yang 8 hari. Jari yang diberikan Tuhan juga sama dengan organ tubuh yang lain. Tapi mengapa berkat yang kita terima berbeda ? Ada yang sukses ada yang gagal, ada yang kaya ada yang miskin, ada yang sejahtera, ada yang pra sejahtera.
Mungkinkah Tuhan menganakemaskan dan menganaktirikan seseorang ? Jika ada perbedaan jumlah kecil besarnya berkat, itu memang sesuatu yang wajar. Tuhan Yesus sendiri mengatakan ada perbedaan jumlah talenta yang diberikan. Ada yang lima, ada yang dua, ada yang satu talenta. Tentu saja yang mendapat lima talenta akan memperoleh laba lebih besar dari yang dua dan satu talenta. Tapi yang pasti adalah semua orang mendapat talenta. Tidak ada yang mendapat nol talenta. Tinggal bagaimana kita mengolah dan mengusahakan talenta yang ada pada kita.
1 talenta = 6000 dinar
satu dinar = 1 harian kerja
jika upah satu hari = 35.000
maka 6000 dinar x 35.000 = Rp. 210.000.000,-
Saudara-saudara.....
Meskipun kita mendapat satu talenta tetapi tahukah kita bahwa satu talenta itu tidak kecil nilainya. Jika talenta yang diberikankepada kita dikubur, ditanam, dipasifkan maka kita tidak akan mendapat apa-apa. Enam hari lamanya kita bekerja sesuai dengan talenta yang diberikan. Tidak dikatakan enam hari lamanya engkau bersantai-santai , enam hari lamanya engkau menghayal atau Enam hari lamanya engkau merencanakan. Yang dikatakan oleh firman Allah adalah : “Enam hari lamanya engkau bekerja.”
Enam hari lamanya waktu kerja yang Tuhan anugerahkan ini harus dibagi, diatur dan dijadwal dengan baik.
1. Waktu kerja di kebun, Di kantor, di Perusahaan.
2. Menanam palawija (padi, jagung, sayur-sayuran)
Tanaman jangka menengah (cokelat, kelapa sawit, dll)
Tanaman jangka panjang (Durian, kayu, produksi seperti cempaka, jati super, dll).
3. Waktu kerja di sawah
4. Waktu kerja untuk mendapat upah
5. Waktu kerja untuk gotong royong
6. Gotong royong jemaat
7. Waktu ibadah.
Jika waktu yang diberikan Tuhan ini kita maksimalkan penggunaannya, niscaya Tuhan akan memberkati kita.
Saudara-saudara....
Saya hendak memberikan ilustrasi : Ada dua bapak yang mempunyai kebun yang bersebelahan.
Bapak I tinggal dikebun. Jam 06.00 pagi ia sudah mulai kerja melakukan penyemprotan di antara tanamannya.
Bapak II Setiap hari berangkat ke kebun jam 07.00. Mulai kerja jam 08.00. Setiap hari bapak II ketinggalan 2 jam kerja. Satu minggu dalam 5 hari kerja ia ketinggalan 10 jam.
Dalam satu bulan (20 hari kerja) ia ketinggalan 40 jam kerja.
Dalam satu tahun bapak II tertinggal 480 jam kerja.
Jika dalam I jam bapak I menyemprot 3 tangki maka dalam satu tahun bapak II tertinggal 1.440 tanki. Kita belum melihat kualitas kerja, volume kerja dalam sehari. Maka Wajarlah jika kebun bapak I lebih bersih dan lebih berhasil dari kebun bapak II. Tuhan memberkati kedua bapak. Tuhan memberkati kedua kebun tersebut sesuai dengan kualitas pengolahannya.
Konon ada cerita tentang seorang bapak yang pergi kehutan untuk membongkar lahan. Setiap hari ia membawa bekal lengkap dengan alat menebang. Tiba dilokasi yang akan diolah, ia duduk merokok dan mulai menyusun rencana.
“Pohon-pohon di lembah sana akan tumbang dengan sendirinya jika beringin besar ini saya tebang dan menimpa pohon-pohon itu. Dengan menebang pohon cempaka ini, beberapa pohon akan ditarik dan ditimpa sehingga hasil tebangan saya luas”. Bapak ini menghabiskan waktunya untuk merencanakan. Ia pergi dengan rencana dan pulang dengan rencana. Tidak ada pelaksanaan.
Mari kita mempergunakan waktu kerja kita dengan target yang jelas. Misalnya ; Dalam 1 minggu ini berapa pohon tanaman tahunan yang harus saya tanam. Sebelum anak-anak sekolah berapa ribu cokelat yang harus berbuah. Sebelum anak-anak kuliah tanaman jangka panjang sudah berhasil dan rumah sudah selesai. Jangan kita hanya menonton orang yang menanam karena suatu hari nanti kita akan menonton orang yang menuai. Jangan kita menertawakan orang yang menanam supaya pada suatu hari nanti kita tidak ditertawakan karena kesusahan kita. (Profesi yang lain juga dapat dijelaskan Mis : Pegawai, Dagang, Karyawan dst).
Saudara-saudara....
Enam hari lamanya kita bekerja. Pada hari ketujuh kita kunci tangan dan berdoa tetapi sesudah itu selama 6 hari tangan kita tidak boleh dikunci. Kita tidak bisa menadah berkat dengan tangan terkunci. Bukalah tangan kita dan bekerjalah. Pakailah strategi, tekhnik dan otak dalam bekerja. Babi saja tidak sembarang menggusur tanah. Jangan memandang remeh nasehat-nasehat, karena banyak orang yang tidak suka dengan nasehat. Bukalah mata dan belajarlah pada orang-orang yang sudah sukses. Kita tidak berdosa kalau meniru orang yang sukses dan tidaklah bodoh kalau kita menerima saran dari orang yang berhasil.
Dalam Amsal 24:6 dikatakan :
“Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang dan kemenangan tergantung pada penasehat yang banyak”.
Berperang disini kita artikan sebagai bekerja, berjuang untuk hidup. Mari kita bekerja sesuai dengan kehendak Tuhan, Amin.
Khotbah Ev. Minggu Ke-1 April
Bacaan : Mazmur 119 : 66 ; Lukas 14 : 28 – 30
Mengelolah Ekonomi
Saudara-saudara....
Pepatah Cina kuno mengatakan : “uang bukan segalanya, tetapi tanpa uang manusia tidak dapat berbuat apa-apa”. Memang benar bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang bisa menolong kita mendapatkan kebahagiaan. Misalnya; dengan uang yang ada pada kita, kita bisa membantu orang lain yang berkekurangan atau ditimpa bencana alam maka disitulah letak kebahagiaan kita, yakni kita telah memberi kepada orang lain.
Dengan uang yang ada pada kita, kita membantu pembangunan jemaat Tuhan, kita membantu pelayanan maka disitulah letak kebahagiaan. Jadi, uang dapat menjadi sarana yang dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan kebahagiaan bagi umatNya..
Sebaliknya juga, Uang jika tidak dikelolah dengan benar dapat mendatangkan keseusahan bagi umatNya. Oleh karena itu, jika kita mampu mengelolah dan menguasainya, uang dapat menjadi alat untuk mempererat hubungan dan memungkinkan kita menikmati makanan, benda-benda yang diinginkan dan keadaan-keadaan yang menyenangkan. Untuk bisa menikmati keuntungan dari memiliki uang, tentu kita harus belajar menguasai dan mengatur uang, dan bukan uang yang mengatur dan menguasai hidup kita.
Saudara-saudara.....
Dalam hal inilah kita harus bijaksana dalam mengatur uang yang kita peroleh dengan susah payah dan yang kita percaya merupakan berkat Tuhan. Jadi, karena uang adalah berkat Tuhan maka pengelolaannya, penggunaannya haruslah diatur dengan sebaik-baiknya, yakni dengan bijaksana. Karena itu kita harus berdoa dan memohon kepada Tuhan agar kita diberi hikmat dalam mengelolah berkat-berkat-Nya. Kita meneladani pemazmur yang memohon kepada Tuhan, “ Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik” (Mazmur 119:66).
Alkitab menganggap penting penganggaran, sebelum seseorang bertindak melakukan sesuatu. Tidak sedikit masalah keuangan yang timbul disebabkan karena kurang atau tidak adanya pertimbangan ketika akan membelanjakan uang. Ini bukan hanya penyakit wanita, tetapi pria juga tidak terkecuali. Orang tua, anak muda, pribadi maupun keluarga, tidak luput dari penyakit yang sama. Pengeluaran yang lebih besar dari pada pemasukan bisa mendatangkan kesulitan yang tentu saja akan merampas ketenangan dan damai sejahtera.
Penganggaran atau perhitungan yang cermat sangat penting. Sebelum kita mengelolah berkat yang kita peroleh supaya kita tidak mengalami kendala pada hari-hari berikutnya.
Tuhan Yesus berkata : “ Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu ? ( Lukas 14 : 28 ).
Saudara-saudara....
Berdasarkan firman ini, ada beberapa saran praktis agar keuangan kita terkelola secara sehat :
1. Buatlah anggaran belanja.
Yang dimaksud dengan anggaran belanja bukanlah sekedar catatan apasaja yang akan dibeli. Anggaran belanja adalah perkiraan pengeluaran biaya yang disesuaikan dengan pemasukan. Anggaran belanja ini akan menolong kita untuk mendisiplin diri di dalam membelanjakan uang yang kita miliki.
Dalam perencanaan pengeluaran (spending plan) kita mempertimbangkan pendapatan yang diterima setiap bulannya, jumlah utang yang akan jatuh tempo, tabungan untuk jangka panjang, seperti dana pension dan alokasi dana darurat.
2. Jangan tergiur Diskon.
Diskon seringkali mendorong kita untuk berpikir bahwa dengan membeli barang yang didiskon, maka kita sudah menghemat. Misalnya dengan membeli barang yang didiskon 50% berarti kita sudah menghemat 50%. Sebenarnya, akan lebih hemat lagi jika kita sama sekali tidak membelinya. Diskon tidak jarang mendorong kita untuk membeli apa yang tidak atau belum kita butuhkan.
3. Bedakan kebutuhan dan keinginan.
Kebutuhan bersifat terbatas. Sementara itu keinginan tidak terbatas. Keinginan mendorong kita masuk dalam lilitan utang. Karena itu dahulukan kebutuhan hidup untuk sekarang dan masa yang akan datang. Dengan begitu kita akan tahu berapa besar uang yang harus disisihkan. Belihlah barang yang dibutuhkan bukan yang diinginkan.
4. Bawa uang seperlunya.
Uang yang berlebihan didompet atau kartu ATM yang selalu dibawa-bawa akan menggoda kita untuk membelanjakan atau menghabiskannya. Kalau uang bisa bicara, ia akan berkata : “Belanjakan aku, aku ingin keluar dari dompet ini !’
5. Buanglah gengsi.
Ada orang yang demi gengsi akan memaksakan dirinya untuk membeli barang-barang yang cukup mahal atau memakai barang-barang bermerek yang sebenarnya belum terjangkau oleh pendapatannya. Memakai barang-barang murah dengan kualitas bagus, malah akan menolong kita untuk lebih menghemat.
Saudara-saudara….
Mari kita mendisiplinkan diri dan menghargai berkat-berkat Tuhan, maka ia akan terus memberkati kita. Berdoalah dan mohonlah hikmat Tuhan dalam mengelola berkat-berkat-Nya. Amin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar